Magnetic Particle Testing (MT)
Pengujian Partikel Magnetik — Membuat retakan tersembunyi menjadi tampak
Fakta mengejutkan:
Retak permukaan sekecil 0.001 mm pada komponen baja yang berputar dengan kecepatan tinggi dapat berkembang menjadi patah total dalam hitungan jam operasi.
Dampak jika diabaikan:
Patah lelah (fatigue fracture) pada as roda kendaraan berat, gear industri, dan komponen mesin berputar.
Referensi: Standar inspeksi rolling stock kereta api mewajibkan MT pada as roda dan bogie secara periodik untuk mencegah derailment akibat fatigue crack.
Prinsip Kerja
MT diterapkan pada material ferromagnetik. Material dimagnetisasi menggunakan yoke, coil, atau prod. Partikel besi halus (kering atau suspensi basah) ditaburkan pada permukaan. Cacat pada atau dekat permukaan menciptakan kebocoran medan magnet yang menarik dan mengumpulkan partikel, membentuk indikasi yang terlihat.
Mekanisme: Flux leakage — ketika medan magnet melewati diskontinuitas, garis medan terpaksa keluar permukaan material, menciptakan kutub lokal yang menarik partikel ferromagnetik.
Komponen utama:
- Peralatan magnetisasi (yoke, coil, prod, central conductor)
- Partikel magnetik (dry powder / wet suspension)
- UV light (lampu ultraviolet) untuk partikel fluorescent
- Demagnetisasi equipment
- Inspeksi as roda, poros, dan komponen mesin berputar
- Pemeriksaan crankshaft dan connecting rod mesin
- Inspeksi hook crane dan sling baja
- Pemeriksaan sambungan las pada struktur baja
- Inspeksi komponen forged (tempa)
- Retak permukaan (surface crack)
- Retak dekat permukaan (near-surface crack)
- Seams dan laps (cacat produksi)
- Grinding crack
- Fatigue crack
- Sangat sensitif terhadap retak permukaan dan sub-permukaan
- Proses relatif cepat dan murah
- Portabel dan dapat digunakan di lapangan
- Hasil langsung terlihat di permukaan komponen
- Hanya efektif untuk material ferromagnetik (baja, besi)
- Tidak dapat mendeteksi cacat yang dalam
- Memerlukan demagnetisasi setelah pengujian
- Arah magnetisasi harus tegak lurus cacat
Standar berlaku: ASME Section V Article 7, ASTM E1444, ISO 17638, AWS D1.1
Sertifikasi operator: ASNT Level II MT / SNT-TC-1A
Frekuensi inspeksi: Setiap 6–12 bulan untuk komponen kritis berputar
Risiko K3 relevan: Patah as pada alat berat; Kegagalan crane hook; Fatigue fracture komponen mesin
Informasi Mendalam & Praktik Terbaik
- Lakukan magnetisasi minimal dua arah (mis. longitudinal + circular) untuk mendeteksi retak segala orientasi.
- Gunakan wet suspension atau dry powder sesuai standar; UV light untuk fluorescent meningkatkan sensitivitas.
- Demagnetisasi setelah uji jika diperlukan; ukur residual field dengan magnetometer.
- Jarak antara prod dan permukaan, serta arus magnetisasi, harus sesuai ASTM E1444.
- Hanya satu arah magnetisasi sehingga retak sejajar medan tidak terlihat.
- Arus terlalu tinggi menyebabkan burning atau false indications.
- Tidak demagnetisasi sehingga sisa medan mengganggu bearing atau instrumen.
Butuh layanan Riksa Uji & NDT?
Konsultasi via WhatsApp