Eddy Current Testing (ET)
Pengujian Arus Eddy — Inspeksi cepat tanpa menyentuh langsung
Fakta mengejutkan:
Tube heat exchanger di industri petrokimia dan pembangkit listrik bisa berjumlah ribuan — ET mampu menginspeksi ratusan tube per hari, satu-satunya metode praktis untuk inspeksi massal tanpa shutdown panjang.
Dampak jika diabaikan:
Kebocoran tube heat exchanger yang mencampurkan fluida proses berbahaya, kegagalan kondenser turbin, kontaminasi produk, dan kebakaran.
Referensi: Standar TEMA dan ASME mewajibkan ET secara periodik pada heat exchanger kritis di industri kimia dan petrokimia untuk mencegah kegagalan tube yang dapat menyebabkan kebakaran atau pelepasan bahan berbahaya.
Prinsip Kerja
Probe berisi kumparan yang dialiri arus AC menghasilkan medan elektromagnetik yang menginduksi arus eddy pada material konduktif. Cacat, perubahan geometri, atau variasi sifat material akan mengubah pola arus eddy ini, yang terdeteksi sebagai perubahan impedansi kumparan probe.
Mekanisme: Hukum Faraday dan Lenz — arus eddy yang terinduksi menciptakan medan magnet sekunder yang melawan medan primer. Diskontinuitas mengganggu jalur arus eddy, menghasilkan sinyal yang dapat dianalisis dalam domain fasa dan amplitudo.
Komponen utama:
- Probe / kumparan ET (absolute, differential, rotating)
- Eddy current instrument (flaw detector)
- Reference standard (calibration block)
- Display dan software analisis
- Inspeksi tube heat exchanger (ferrous dan non-ferrous)
- Pemeriksaan landing gear dan struktur pesawat (aerospace)
- Inspeksi permukaan rail dan as roda kereta
- Deteksi retak pada komponen konduktif
- Pengukuran ketebalan coating pada logam
- Pitting corrosion pada tube
- Penipisan dinding (wall loss)
- Retak permukaan pada material konduktif
- Erosi pada tube heat exchanger
- Deposit dan fouling signifikan
- Tidak memerlukan kontak langsung atau couplant
- Kecepatan inspeksi sangat tinggi (ideal untuk volume besar)
- Dapat mendeteksi cacat di bawah coating tipis
- Portabel dan hasil real-time
- Hanya efektif pada material konduktif
- Kedalaman penetrasi terbatas (skin effect)
- Interpretasi sinyal memerlukan operator sangat terlatih
- Sensitivitas dipengaruhi variasi lift-off dan edge effect
Standar berlaku: ASME Section V Article 8, ASTM E243, ISO 15549, TEMA Standards
Sertifikasi operator: ASNT Level II ET / PCN
Frekuensi inspeksi: Setiap shutdown / turnaround (biasanya 2–4 tahun sekali)
Risiko K3 relevan: Kegagalan heat exchanger di industri kimia; Kebakaran akibat kebocoran fluida proses; Kontaminasi produk pangan/farmasi
Informasi Mendalam & Praktik Terbaik
- Kalibrasi dengan reference standard (tube dengan EDM notch atau hole) sebelum dan selama inspeksi.
- Gunakan probe (absolute/differential/rotating) yang sesuai diameter dan material tube.
- Dokumentasikan scan coverage dan simpan data untuk trend analysis dan RBI.
- Operator ASNT Level II ET; untuk tube bundle, sertifikasi PCN atau setara direkomendasikan.
- Lift-off atau variasi gap probe–material menyebabkan drift sinyal dan false indication.
- Tidak mengkompensasi support plate atau tube sheet sehingga sinyal tertukar.
- Mengabaikan edge effect di ujung tube sehingga area kritis tidak terinspeksi.
Butuh layanan Riksa Uji & NDT?
Konsultasi via WhatsApp