Ultrasonic Testing (UT)
Pengujian Ultrasonik — Mendengar apa yang mata tidak bisa lihat
Fakta mengejutkan:
Retak internal pada pipa baja setebal 2mm sudah cukup menyebabkan ledakan pada tekanan operasi normal — dan tidak terlihat dari luar sama sekali.
Dampak jika diabaikan:
Kegagalan pipa bertekanan, ledakan reaktor, runtuhnya jembatan, kecelakaan pesawat.
Referensi: Ledakan pipa gas di beberapa industri petrokimia sering diakibatkan oleh corrosion under insulation (CUI) yang tidak terdeteksi tanpa UT.
Prinsip Kerja
Metode UT menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi (0.1–15 MHz) yang dipancarkan ke dalam material. Gelombang ini akan dipantulkan kembali saat bertemu dengan diskontinuitas (retak, void, delamination). Waktu tempuh dan amplitudo pantulan dianalisis untuk menentukan lokasi dan ukuran cacat.
Mekanisme: Piezoelectric effect — kristal dalam transducer bergetar menghasilkan gelombang suara saat diberi arus listrik, dan sebaliknya menghasilkan sinyal listrik saat menerima gelombang pantul.
Komponen utama:
- Transducer / probe ultrasonik
- Pulser-receiver unit
- Couplant (gel / air / oli)
- Display unit (A-scan, B-scan, C-scan)
- Inspeksi ketebalan dinding pipa dan vessel bertekanan
- Deteksi retak pada las-lasan (weld inspection)
- Pemeriksaan komponen forging dan casting
- Inspeksi rel kereta api dan struktur jembatan
- Pengujian blade turbin dan komponen aerospace
- Retak internal (internal crack)
- Laminasi (lamination)
- Porositas (porosity)
- Penipisan dinding akibat korosi
- Lack of fusion pada sambungan las
- Mampu mendeteksi cacat di kedalaman material
- Hasil real-time dan portabel
- Dapat mengukur ketebalan material secara akurat
- Tidak memerlukan radiasi berbahaya
- Membutuhkan permukaan yang rata atau couplant yang memadai
- Tidak efektif pada material kasar atau berpori
- Operator harus terlatih dan bersertifikat ASNT Level II/III
Standar berlaku: ASME Section V, AWS D1.1, ISO 17640, SNI 07-0371-2008
Sertifikasi operator: ASNT Level II / PCN / BSNDT
Frekuensi inspeksi: Setiap 12–24 bulan atau sesuai Risk-Based Inspection (RBI)
Risiko K3 relevan: Ledakan vessel bertekanan; Kegagalan pipa proses; Kecelakaan struktural
Informasi Mendalam & Praktik Terbaik
- Selalu kalibrasi dengan block referensi (IIW, ASTM) sebelum inspeksi.
- Gunakan frekuensi dan sudut probe yang sesuai ketebalan dan jenis cacat target.
- Dokumentasikan scan plan (coverage) dan simpan A-scan/B-scan untuk audit.
- Pastikan operator ASNT Level II atau III sesuai scope pekerjaan.
- Couplant tidak merata atau permukaan kotor menyebabkan false signal atau miss defect.
- Frekuensi atau sudut probe salah sehingga cacat tidak terdeteksi atau salah interpretasi.
- Tidak melakukan kalibrasi blok atau scan plan tidak mencover area kritis.
Butuh layanan Riksa Uji & NDT?
Konsultasi via WhatsApp